Ceritaku Bersama Kakakku

HowToQuestion – Pagi yang cerah di hari senin menambah rasa semangat untuk berangkat ke sekolah pagi ini. Warna langit yang biru cerah, suara burung berkicau di pagi hari , dan aroma masakan ibu yang sedang menyiapakan sarapan dan bekal makan siang untuk ku bawa ke sekolah juga bagian dari stamina tambahan.

Ibu ku selalu menyiapkan bekal makan siang untuk ku. Kata ibu ku lebih baik memakan-makanan yang di buat sendiri, dari pada membeli makan di luar. Makanan rumah jauh lebih sehat dibandingkan makanan yang kita beli di luar.

Dengan membawa bekalpun kita juga bisa menghemat uang saku. Uang saku yang seharusnya di belikan makan siang bisa aku simpan untuk di tabung.

Betapa menyenagkannya bisa memakan masakan ibu setiap hari. Aroma masakannya yang sangat enak, membuat ku rindu akan suasana rumah. Bisa berkumpul dengan keluarga, makan secara bersamaan di meja makan dan saling bercerita tentang kejadian hari ini.

Ibu dan bapak yang selalu memberikan saran dan motivasi untuk ku. Aku adalah anak terakhir perempuan, jadi sudah sewajarnya ibu dan bapak ku mewanti-wantiku untuk berbagai hal.

Aku memiliki seorang kakak laki-laki, jarak usia ku dan kakak ku adalah delapan tahun. Kini usia ku 20 tahun, sedangkan kakak ku sudah berusia 28 tahun. Kakak ku berkerja sebagai  Supervisor di salah satu perusahan yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman.

Usia bapak dan ibu ku sudah semakin menua. Warna rambut yang sudah mulai memutih dan sudah menggalami sakit-sakitan, jika melakukan pekerjaan terlalu berat. Hal ini membuat kakak ku menjadi tulang punggung kelurga ku. Aku adalah harapan terakhir keluarga ku, jadi aku di tuntut untuk lebih sukses dari kakak ku.

Kakakku lah yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam kelurga ku mulai dari biaya Pendidikan ku dan kebutuhan hidup sehari-hari. Dia harus bekerja sangat keras berangkat pagi pulang malam tak jarang dia harus melakukan kerja lembur demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Jika bukan karena kakak ku, mungkin aku tak bisa merasakan masa-masa kuliah. Tak semua remaja seusiaku bisa merasakan bangku kuliah, aku sangat  bersyukur atas apa yang aku miliki sekarang meskipun aku tak terlahir dari kelurga yang kaya.

Namun kakak ku selalu mengusahakan apapun yang terbaik untuk ku. Pendidikan dan masa depan ku adalah prioritas utama kakaku. Dia sudah berjanji kepada kedua orang tua ku untuk menjamin Pendidikan ku hingga tuntas.

Aku selalu berdoa agar aku diberikan kemudahan dalam segala hal, aku sadar kalau aku tak bisa seperti orang lain, bisa kuliah pun aku sudah sangat bersyukur.

Aku pernah  berada di titik dimana aku sangat putus asa dan aku pikir itu adalah masa yang sangat  buruk bagiku. Waktu itu aku mengikuti sbmptn tak mudah untuk bisa mengikuti jalur seleksi ini.

Untuk membuat satu akun saja aku membuatnya secara berulang-ulang kali, karena servernya eror. Aku membuatnya mulai dari siang hari, malam hari dan sampai tenggah malam namun tetap saja gagal.

Aku tak menyerah begitu saja, aku mencoba membuat lagi setelah pulang sekolah dan akhirnya berhasil. Semua persyaratan dan berkas-berkas yang dibutuhkan sudah aku siapkan, namun setelah melakukan ujian seleksi di salah satu universitas negeri di kota malang, hasilnya aku gagal.

Aku tak lulus dari sbmptn seketika aku langsung menangis dan sedih, kemudian kakak ku menghampiriku dan berkata “Tidak apa-apa nanti kita coba lagi di tahun depan. kita juga masih bisa masuk di swasta”.

Rasanya sangat sedih, kecewa terhadap diri sendiri karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kakak ku dan orang tua ku.

Namun perlahan-lahan aku berusaha untuk menerima kenyataan ini, semua orang berhak merencanakan apa yang dia mau namun takdirlah yang menentukan. Tak masalah jika kita tidak diterima di universitas negeri, universitas swasta pun juga tak kalah bagusnya.

Meskipun tempat kuliah mu saat ini bukanlah universitas impian mu jangan pernah menyerah lakukan semua dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Ingatlah untuk mencapai di titik ini tidaklah mudah kawan-kawan, ingatlah wajah orang yang harus bekerja keras dia rela kerja pagi sampai malam.

Tak jarang dia harus menggambil kerja lembur demi mencukupi biaya Pendidikan mu. Kakak ku tak pernah menggeluh sama sekali dengan penuh tanggung jawab dan rasa ikhlas dia bekerja untuk mencukupi biaya ku.

Rasanya aku pengen menyerah sampai disini, namun aku selalu teringat kembali ada kakak ku yang selalu bekerja keras demi mencukupi semuanya. Yang ku bisa saat ini adalah melakukan yang terbaik, belajar dengan baik dan memberikan yang terbaik untuk kakakku dan kedua orang tua ku.

Suatu saat nanti akan aku buktikan kepada kakakku dan orang tua ku bahwa putri kecilnya ini bisa menjadi orang yang sukses. Meskipun untuk menuju kesuksesan itu tak semudah membalikan telapak tangan, namun aku akan berusaha sekuat tenagaku, berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya.

Semua niat baik pasti akan ada jalannya sendiri. Mungkin kita harus menggawali perjalanan ini dengan susah payah. Jatuh lalu bangun lagi, capek istirahat tapi jangan pernah menyerah kita tidak sendiri. Ada banyak orang diluar sana yang sedang berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Kakak ku pernah berkata “bermimpilah setinggi mungkin jika kamu terjatuh masih ada mimpimu yang lain, di atas langit masih ada langit” jangan hiraukan apa kata orang tetap semangat .

Kakak ku adalah orang yang selalu bersikap dingin nampak tak perduli tapi aslinya dia sangat perduli dan bawel. Sebenarnya aku sangat ragu dengan jurusan yang aku ambil saat ini, namun kakak ku berkata “ ada waktu empat tahun belajar untuk mendalami materi jika kamu berlajar bersungguh-sungguh pasti bisa”

Sejak aku kecil kakakku lah yang menggajari ku akan banyak hal, mulai dari membaca, menghitung dan berpuasa. Semasa aku kecil aku belajar berpuasa di umur enam tahun di damping kakak ku.

Aku belajar puasa setenggah hari mulai malam hari sampai siang hari kemudian lanjut puasa lagi sampai sore hari.

Sambil menunggu waktu berbuka biasanya aku bermain dengan kakakku. Biasanya aku bersepeda atau berjalan-jalan dengan kakak ku menggelilingi lingkungan daerah ku.

Biasanya aku berangkat sekolah di antar kakak ku. Nanti sepulang sekolah kakak ku sudah ada di depan gerbang sekolah untuk menjemputku.

Biasanya waktu aku istirahat sekolah, kakak ku datang untuk menghantarkan makan siangku. Sampai-sampai ibu ku berkata kepada kakak ku “jangan terlalu memanjakan adekmu nanti dia ngga bisa hidup mandiri.

Kakak ku adalah seorang yang mempunyai prinsip hidup yang sangat keras dan di displin. Sangat berbeda dengan ku, aku sangat lelet dan kurang efisien dalam menggatur waktu. Tak jarang kakak ku marah atas sikap dan perbuatan ku. Aku adalah anak paling santai, ketika ingin melalakukan kegiatan. Sedangakan kakak ku adalah si paling rempong dalam segala hal.

Semasa sekolah aku sangat malas belajar, rasanya aku sudah Lelah dan capek belajar setiap hari. Kakak ku harus marah-marah untuk menyuruhku belajar dan belajar. Rasanya belajar adalah hal yang sangat membosankan.

Sedangkan kakak ku dia sangat suka belajar dan belajar setiap hari sepulang dia bekerja di selalu menyempatkan diri untuk belajar.

Kemudian aku bertanya kepada kakak ku kenapa kamu selalu belajar dan belajar, kemudian dia menjawab “belajar itu jauh lebih penting dari segalanya selagi kita ada waktu untuk belajar, jadi kita harus memanfaatkan waktu dengan baik”.

Suatu hari aku dan teman-teman ku bolos sekolah melalui pagar sekolah. Aku melompat pagar sekolah dengan teman-temanku, aku melompat dengan susah payah penuh perjuangan.

Namun setelah aku bisa keluar dari sekolah, aku nongkrong di warkop dekat sekolah. Baru sebentar aku duduk di warkop kakak ku tiba-tiba lewat, kemudian dia menghampiri ku, kemudian di bertanya kepada ku

“kamu kok nongkrong disini?”

“aku ngga ada jam pelajaran, jadinya aku keluar sekolah”

Lalu kakak ku berkata

“bukannya hari ini ada jadwal pelajaran tambahan”

Seketika itu aku langsung panik sekali mencari alasan agar tidak kena marah. Lalu kakak ku menggajak ku pulang. Dalam perjalanan pulang aku sangat takut dan alhasil sampai di rumah aku di marahi, Sampai-sampai aku tak bisa menjawab satu katapun.

Aku sangat menyadari bahwa aku salah sudah bolos sekolah, setelah kejadian itu aku tak lagi bolos sekolah, aku sadar bahwa betapa pentingnya belajar untuk mencapai masa depan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.