Ceritaku Dengan Surya

HowToQuestion – Pagi itu bertempat di parkiran sekolahan, aku bertemu dengan laki-laki yang memiliki tubuh tinggi, badannya sedikit berisi. Dia sangat ramah dan murah senyum, aku masih sangat teringat waktu pertama kali aku bertemu dengannya.

Dia menggunakan seragam sekolah lengkap, lalu dia dengan sangat ramahnya menyapa diriku sambil melambaikan tangannya. Pertemuan pertama yang sangat berkesan.

Tak lama kemudian, bel sekolah pun berbunyi aku dan teman-teman segera bergegas masuk kedalam ruang kelas. Mengikuti pembelajaran seperti biasa beberapa jam kemudian dan akhirnya bel istirahat berbunyi.

Aku dan teman-teman segera pergi ke kantin sekolah untuk membeli makan siang. Bagaikan jodoh yang tak kemana. Disaat aku dikantin sedang asik-asiknya bercerita dengan teman-teman, laki-laki yang aku jumpai di parkiran motor tadi kini bertemu Kembali di kantin sekolah.

Dia pun menyapaku Kembali dan meminta izin untuk bergabung bersama. Aku mengizinkan dia untuk duduk bersama, sembari memakan makan-makanan yang telah di pesan.

Rasanya sangat aneh dan asing, aku tak mengenal dia tapi dia selalu mendekati ku. Mau bicarapun rasanya canggung, karena kita tak saling menggenal satu dengan yang lain.

Setelah selesai makan siang aku segera bergegas masuk kedalam kelas. Tak lama kemudian, laki-laki itu masuk ke dalam ruang kelas ku. Dia sedang mencari teman sekelasku yang bernama jeki. Lalu jeki berkata kepada ku ada yang mau berkenalan dengan mu.

Akhinya aku dan laki-laki itu berkenalan, perkenalan ini terjadi karena teman ku yang bernama jeki. Jika tidak karena dia mungkin sampai saat ini aku tak akan menggenalnya.

Laki-laki itu bernama surya si murah senyum dan memiliki sifat humoris. Memilik senyum manis, ditambah dengan lesung pipinya yang menambah kesan manis. Aku dan surya semakin dekat saja ,sudah seperti perangko.

Tak mudah memang untuk aku dan surya memulai hubungan ini, ada banyak perbedaan di antara kami. Tak jarang aku dan surya bertengkar karena perbedaan pendapat, namun dengan seiringnya waktu aku dan surya belajar untuk saling mengerti satu dengan yang lain.

Surya memiliki hobi melukis, dia sangat pandai melukis. Suatu ketika surya meminta ku untuk belajar melukis, namun aku menolaknya. Aku tak pandai dalam menggambar dan melukis.

Karena dibujuk oleh surya untuk belajar melukis, akhirnya aku memutuskan untuk belajar melukis dengannya. Rasanya sangat menyenangkan bisa belajar melukis dengannya.

Yaa walaupun aku tak pandai dalam melukis tapi surya dengan sangat sabar dan telatennya mengajariku melukis. Surya adalah tipe anak yang sangat aktif dalam segala hal.

Aku dan surya pernah putus selama satu tahun. Dalam satu tahun itu baik aku ataupun surya sama-sama memiliki pasangan yang baru. Tapi itu semua tak bertahan lama. Suatu hari saat aku dan adek ku pergi berlibur, aku bertemu surya lagi. Dari situlah hubunganku dan surya terjalin kembali.

Waktu terus berjalan, hari terus berganti, tak terasa aku dan surya sudah menjalin hubungan selama  dua tahun dua bulan.

Setelah lulus smk surya memutuskan untuk mengikuti balai Latihan kerja di kota malang, rencananya setelah lulus dari balai Latihan kerja itu surya ingin bekerja di salah satu  PT yang berada di kota Surabaya. PT yang bergerak di bidang industri strategis milik BUMN yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut.

Saya sebagai pasangannya hanya bisa memberikan dukungan dan semangat, berharap apa yang surya cita-citakan bisa terwujud.

Tak mudah memang untuk bisa masuk di PT tersebut, namun aku percaya bahwa usaha tak akan menghianati hasil. Surya harus melewati banyak tes untuk bisa diterima bekerja di PT tersebut.

Surya saat ini sudah memutuskan untuk pindah di kota Surabaya. Jarak yang jauh antara kota blitar dan Surabaya, membuatku tak bisa bertemu kapan pun seperti dulu lagi. Aku hanya bisa bertemu dengan surya ketika dia libur kerja saja.

Sebelum surya pindah ke kota Surabaya dan memutuskan untuk menetap disana, dia memberanikan diri untuk melamarku. Bapak ibu dan keluraganya surya datang kerumahku, dengan membawa lamaranya.

Aku pun merasa sangat Bahagia, karena sudah dilamar oleh laki-laki yang sudah menjalin hubungan denganku selama satu tahun lebih. Tak mudah untuk ku dan surya  mencapai di titik ini.

Banyak perdebatan dan permasalahan yang sering terjadi. Surya berjanji setelah dia memiliki tabungan yang cukup, dia akan menikahi ku. Makanya sebelum dia berangkat ke Surabaya dia memutuskan untuk melamarku.

Aku selalu bilang kepada surya, sejauh apa dia pergi dan selama apa dia pergi. Jika kita memang di takdirkan menjadi jodoh maka kita akan di pertemukan Kembali di waktu yang terbaik menurut takdir.

Karena menurutku, lamaran pun belum tentu menjadi jodoh kita. Ada banyak yang sudah lamaran namun gagal menikah karena berbagai masalah.

Lukisan yang ku buat dengan surya masih ku simpan di dalam kamar ku. Sembari aku lihat ketikan ingin tidur dengan membayangkan momen disaat aku dan dia membuat lukisan itu.  Lukisan yang sangat indah dan berkesan. Rasanya aku ingin menggulang Kembali momen kala itu.

Namun kini hanya kenangan saja surya sudah sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan aku juga sibuk menyelesaikan Pendidikan ku. Terkadang aku dan surya hanya saling memberikan kabar lewat pesan saja.

Aku menyadari bahwa surya berhak menentukan masa depannya, jarang memberikan kabar tidak menjadi menghalangku dengan surya. Aku dan surya selalu bersyukur karena kita bisa berjalan bersama sampai saat ini.

Aku dan surya selalu berharap bahwa kita bisa menjalin hubungan ini sampai kita menua bersama. Aku dan surya dipertemukan saat masih duduk di bangku smk. aku sangat tidak menyangka kalau dia lah laki-laki yang melamarku.

Karena dulu semasa sekolah aku dan surya tidak saling mengenal sampai di suatu momen aku di kenalkan oleh teman ku. Dan sampai sekarang yaa walaupun aku dan dia lebih sering bertengkar daripada akurnya.

Aku dan surya sempat tak mendapatkan restu dari kedua orang tua kami. Mereka tidak memberikan restunya karena dulu aku dan dia masih sama-sama bersekolah, namun kini aku sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua kami.

Butuh waktu yang cukup lama untuk membuat kedua orang tua kami yakin atas hubungan kami.

Di suatu malam saat aku dan surya sedang berjalan-jalan berkeliling kota, saat itu aku dan surya sedang membeli makanan. Lalu di sela-sela kita makan tiba-tiba telfon surya berdering, aku kira ibunya yang menelfonnya. Tapi setelah ku lihat ternyata wanita lain yang menelfonnya.

Aku meminta surya untuk mengangkat telfonnya, namun surya memilih untuk menolak telfonnya. Bermula dari situ aku dan surya bertengkar, tidak saling memberi kabar satu dengan yang lain.

Kemudian setelah beberapa hari kita tak saling memberi kabar, akhirnya surya memilih untuk mengalah dari ku. Dia datang kerumah ku secara tiba-tiba, kemudian dia meminta maaf atas kejadian kemarin.

Tak hanya surya saja, yang membuat kesalahan dengan adanya orang ketiga. Aku pun juga pernah melakukan hal yang sama. Waktu itu aku dan surya sedang bertengkar satu bulan lamanya, surya tak memberikan kabar kepada ku.

Kemudian ada teman ku yang mendekati ku, dia mengajak ku pergi kepantai. Tanpa berpikir panjang, aku menerima ajakkan teman laki-laki ku. Aku kira surya tak akan mengerti, bila aku sedang pergi dengan laki-laki lain.

Tapi ternyata dia mengetahui bahwa aku sedang keluar dengan laki-laki lain. Keesokan harinya surya langsung datang kerumah ku, terlihat jelas dimatanya dia sangat marah atas berbuatan ku saat itu.

Dia datang kerumah ku, kemudian bertemu dengan ku. Dia marah-marah di depan ku sambil berkata “kenapa kamu keluar dengan laki-laki lain?”

Dalam marahnya surya berkata banyak hal, aku hanya bisa terdiam seribu Bahasa, aku tak menjawab satupun dari perkataan surya. Karena jika aku menjawabnya maka pertengkaran ini tak akan pernah terselesaikan.

Aku hanya bisa terdiam dan menangis menyadari kesalahan ku. Melihat ku menangis surya pun mendatangi ku sambil memeluk ku lalu dia berkata “ Aku sangat tidak suka jika aku harus marah-marah dengan mu, rasanya hatiku sakit jika harus memarahi mu”

Kini aku dan surya sudah resmi menikah, aku dan surya sudah berkeluarga. Kami sedang menunggu putri kecil kami yang akan segera lahir. Aku sangat tidak menyangka kalau suryalah laki-laki terakhirku, kini aku hidup bahagia dengan keluarga kecil ku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.